Tag: Chelsea

Sejarah Terjadinya Derby LondonSejarah Terjadinya Derby London

Sejarah Terjadinya Derby London

Sejarah Terjadinya Derby London

Sejarah Derby London Dimulai Tahun 1898

Derby London adalah hal yang mempertemukan kedua belah tim yang bertempat di london lain dalam sepak bola Inggris karena tim-tim yang terlibat sering berada pada divisi terpisah. Chelsea tidak pernah bertemu Fulham sejak tahun 1986 hingga 2001 dan tidak pernah bertemu sebelumnya pada pertandingan liga inggris pada tahun 2001

Arsenal dan Chelsea saling berhadapan memepertaruhkan kemenangan dan judi bola juga trofy liga inggris Brentford sejak tahun 1966 hingga 2001 dan tidak pernah bertemu Chelsea sejak tahun 1996 hingga 2008.

Sebaliknya bahwa tottenham yang berhadapan dengan manchaster united yang memuncaki klasemen, Derby London Utara lebih dari 170 kali, dan Derby Merseyside lebih dari 200 kali.Laga terrsebut berjalan dengan sangat sengit dengan intensitas yang tinngi saat bertemu pada liga teratas.

Menurut sebuah jajak pendapat oleh Football Fans Census pada tahun 2003, para pendukung Fulham dan Queens Park Rangers menenempatkan Chelsea sebagai rival utama mereka, satu sama lain sebagai rival tingkat kedua,.

Dan kedua tim pun melaksanakan pertempuran hingga di sorot oleh dunia pendukung Brentford menganggap Queens Park Rangers sebagai rival utama, diikuti Fulham dan terakhir Fulham fc dan juga Liverpool

Kemudian hal yang dilakukan pendukung Chelsea tidak memilih ketiga klub di London barat tersebut, tetapi Arsenal, Tottenham Hotspur dan Manchester United.

Telah terlahir terpipilih sebagai rivalPertemuan pertama antara kedua tim adalah pertandingan persahabatan pada 19 November 1887, ketika Arsenal berlokasi di Plumstead saat home ke santiago bernabeu dan away ke camp nou, dan dikenal sebagai Royal Arsenal yang memenangkan pertandingan tersebut.

Kemudian yang dilakukan oleh Manchaster United yang saat itu berhadapan dengan Liverpool saat itu di Tottenham Marshes, ditinggalkan 15 menit sebelum itu karena akan berakhir dengan skor imbang yaitu 0-0

Pertandingan selesai yang dijalankan di tanah Tottenham hanya bisa menurunkan sembilan pemain, dan dengan demikian dikalahkan 6–2.[10] Pertandingan penting lainnya adalah pada tahun 1898 mainkan oleh beberapa tim kelas eropa

Pertandingan dengan Woolwich Arsenal yang saat itu memecahkan rekor dengan penonton terbanyak yaitu sebanyak 15.000, dan penyegaran penyegaran runtuh ketika penonton naik ke atapnya di tanah yang penuh sesak,Dan rivalitas tersebut masih terjadi hingga saat ini.

Kritik Thomas Atas Kekalahan Chelsea Di Piala FAKritik Thomas Atas Kekalahan Chelsea Di Piala FA

Kritik Thomas Atas Kekalahan Chelsea Di Piala FA

Manajer Chelsea Thomas Tuchel kecewa berat dengan kinerja video asisten wasit (VAR) didalam pertandingan melawan Leicester City terhadap final FA Cup. Chelsea menantang Leicester City di Final FA Cup musim ini. Kedua tim jackpot slot online saling berhadapan di Stadion Wembley, Sabtu (15/5/2021) malam WIB.

Kritik Dari Jerman Thomas Tuchel

Kritik Thomas Atas Kekalahan Chelsea Di Piala FA

Sejak awal laga, Chelsea tampil dominan di Slot777 Paling Gacor. Namun justru Leicester City yang memenangkan pertandingan ini berkat gol Youri Tielemans. Kinerja VAR yang dipermasalahkan Tuchel salah satunya sebelum saat Tielemans mencetak gol. Saat itu Ayoze Perez muncul jalankan handball. Selain itu gol Chelsea termasuk dianulir oleh VAR dan wasit Michael Oliver. Sebab, Ben Chilwell telah lebih dulu terlilit offside.

Juru taktik asal Jerman itu jadi kecewa dengan tampilan para pemainnya didalam laga final Piala FA melawan Leicester, Minggu (16/5/2021) dinihari tadi. Chelsea yang memang lebih diunggulkan untuk menang justru kudu tumbang dengan skor satu gol tanpa balas di tangan Leicester City.

Kekalahan melawan Leicester City membuat Chelsea kudu merasakan kegagalan berulang setelah sebelumnya termasuk kalah melawan Arsenal di laga final Piala FA tahun lalu. Menyikapi kekalahan Chelsea didalam laga final kali ini, Tuchel beranggap timnnya tidak memadai menguntungkan untuk bisa memenangkan laga melawan Leicester City. “Kami kecewa dan tidak terlampau merah dengan tampilan yang diperlihatkan para pemain kami saat mencoba Pragmatic Free Spin,” ujar Tuchel dilansir BBC.

“Saya pikir performa kami memadai untuk memenangkan laga, tapi kami tidak menguntungkan dan kami tidak dulu menyembunyikan bahwa kami kudu punyai itu untuk menang,”. “Anda perlu momentum, pengambilan keputusan, detil kecil, dan kinerja wasit,” tukasnya menambahkan. Eks pelatih PSG dan Borussia Dortmund itu turut mengomentari kinerja VAR yang terlampaui tidak memadai adil bagi timnya dan menjadi berita terbaru liga Inggris hari ini.

Keinginan Thomas Tuchel untuk memberi tambahan gelar juara perdana kepada Chelsea pun kudu sirna setelah timnya gagal mengalahkan Leicester City di partai final Piala FA.

Tuchel tinggal menyisakan ajang Liga Champions yang masih berpeluang ia menangkan jika bisa mengalahkan Manchester City di final Liga Champions.

Awalnya final Liga Champions akan terselenggara di Turki selanjutnya lantas dipindah ke Portugal dikarenakan pembatasan virus corona. Menarik untuk lihat bagaimana perjuangan Tuchel untuk bisa mencetak ukiran histori manis terhadap musim perdananya dengan Chelsea.